Roti Aoka Mengandung Zat Berbahaya ? Fakta Atau Hoax?

 

Roti Aoka Mengandung Zat Berbahaya? Fakta Atau Hoax



    Baru-baru ini media sosial di kejutkan dengan viralnya isu bahwa roti Aoka mengandung zat-zat berbahaya. Awalnya isu ini dari ada nya informasi seseorang abhwa roti Aoka memengandung bahan pengawet berbahaya seperti sodium dehydroacetate, sebuah zat pengawet yang umumnya digunakan dalam produk kosmetik. Para media menangapi isu ini dengan serius sehingga membuat banyak orang khawatir ,karena roti Aoka tidak jarang di bagikan dan menjadi favorit banyak orang.

    Kandungan sodium dehydroacetate memang diakui memiliki sifat antimikroba yang efektif untuk mencegah terjadinya jamur atau pembusukan roti. Namun itu merupakan hal yang berbahaya jika di makan dalam jangka panjang karena dapat menimbulkan dampak pada kesehatan.Beberapa penelitian mengatakan bahwa bila dimakan kemungkinan akan terjadi iritasi kulit,alergi, dan masalah pada organ dalam.

    Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya melakukan pengujian ulang untuk menanggapi isu yang beredar.Hasil pengujian yang di lakukan BPOM menunjukan bahwa roti Aoka tidak memiliki zat kandungan berbahaya,aman di konsumi serta kandungan sodium dehydroacetate tidak ditemukan di dalamnya.Roti Aoka lolos dalam pengujian BPOM dan menyatakan kembali bahwa rotinya telah memenuhi standar pangan indonesia dan tidak terbukti bersalah.

    PT Indonesia Bakery Family, yaitu produsen roti Aoka juga mengklarifikasi terkait isu tersebut.Pihak Mereka menyatakan bahwa seluruh produk roti Aoka telah melalui proses produksi yang ketat dan menggunakan bahan baku yang berkualitas serta aman untuk dikonsumsi. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada penggunaan sodium dehydroacetate dalam produk mereka.

    Sekarang dapat disimpulkan bahwa isu mengenai roti Aoka yang mengandung zat berbahaya merupakan berita hoax yang tidak jelas. Meskipun begitu, sebagai konsumen, kita tetap perlu berhati-hati dan selalu membaca label kemasan sebelum membeli produk makanan. Jika kita mengetahui adanya efek buruk dengan produknya, jangan ragu untuk menghubungi pihak terkait atau melaporkan kepada BPOM.

Komentar